Selasa, 08 Januari 2013

Nostalgia


Lagi-lagi kau memaksa ku
Meninggalkan rumah sesaat demi kesenangan
Tak peduli gerimis malam itu
Rindu, katamu

Tanpa mantel kau mengajakku melawan tetesan air dari langit
Diatas motor aku memelukmu dari belakang
Kita bercengkrama, diatas genangan air
Klakson tetangga turut meramaikan

Sampailah disuatu tempat
Kau memesan beberapa makanan dan minuman
Menikmati pertandingan di layar restauran
Beberapa teguk dan beberapa kunyah, sesekali kau menghisap batang itu

Kita bernostalgia, mengungkit yang telah lalu
Aku rindu, mungkin juga denganmu
Mungkinkah yang lewat akan kembali?
Dan, “GOOOOOOLLLLL” membuyarkan lamunanku

Ditempat biasa


Aku masih disini, ditempat biasa kita bertemu
Cangkir-cangkir masih berjajar rapi seperti dulu
Hembusan nafasmu masih dapat kurasakan
Bisikkanmu masih terngiang-ngiang ditelinga
Sayang, kau tak disini
Hanya janjimu yang menemani
Kapan engkau pulang?
Menemuiku ditempat ini
Memelukku yang letih menunggumu

Aku masih disini, menunggumu dengan perasaan yang sama seperti dulu