Lagi-lagi kau memaksa ku
Meninggalkan rumah
sesaat demi kesenangan
Tak peduli gerimis malam
itu
Rindu, katamu
Tanpa mantel kau
mengajakku melawan tetesan air dari langit
Diatas motor aku
memelukmu dari belakang
Kita bercengkrama,
diatas genangan air
Klakson tetangga turut
meramaikan
Sampailah disuatu tempat
Kau memesan beberapa
makanan dan minuman
Menikmati pertandingan
di layar restauran
Beberapa teguk dan
beberapa kunyah, sesekali kau menghisap batang itu
Kita bernostalgia,
mengungkit yang telah lalu
Aku rindu, mungkin juga
denganmu
Mungkinkah yang lewat
akan kembali?
Dan, “GOOOOOOLLLLL”
membuyarkan lamunanku