Dari gelap aku bertemu terang, dalam dekat aku melihat dari kejauhan.
mengamati setiap gerak-gerik tubuhmu, mengendap-endap dibalik penglihatanmu.
aku mengagumimu sejak dari dulu.
berawal dari sebuah jejaring sosial aku menemukan senyum itu.
engkau hampir sempurna, bagiku...
tapi sayang, ada jemari yang menggenggam erat hatimu.
yaa, kau memang lelaki yang berkekasih.
aku mengenal dia, jauh lebih dekat darimu.
tiba pada suatu malam, kita diperkenalkan oleh Tuhan, lebih dekat.
entah apa maksut dan tujuan Tuhan malam itu.
dari hanya tahu menjadi kenal, dan jauh menjadi dekat.
aku mulai mengagumi sosok itu, sosok yang tak sendiri lagi.
mencintai diantara dua hati.
sangat mustahil bukan?
terlebih aku mengenal wanita itu.
kau memberiku gula diantara masam hidupku.
lebih manis dari sebuah cotton candy.
mengamati setiap gerak-gerik tubuhmu, mengendap-endap dibalik penglihatanmu.
aku mengagumimu sejak dari dulu.
berawal dari sebuah jejaring sosial aku menemukan senyum itu.
engkau hampir sempurna, bagiku...
tapi sayang, ada jemari yang menggenggam erat hatimu.
yaa, kau memang lelaki yang berkekasih.
aku mengenal dia, jauh lebih dekat darimu.
tiba pada suatu malam, kita diperkenalkan oleh Tuhan, lebih dekat.
entah apa maksut dan tujuan Tuhan malam itu.
dari hanya tahu menjadi kenal, dan jauh menjadi dekat.
aku mulai mengagumi sosok itu, sosok yang tak sendiri lagi.
mencintai diantara dua hati.
sangat mustahil bukan?
terlebih aku mengenal wanita itu.
kau memberiku gula diantara masam hidupku.
lebih manis dari sebuah cotton candy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar