Entah
ada apa dengan pria berkacamata, selalu membuat nafasku berjedah lebih lama.
Mataku berhenti berkedip beberapa menit, ingus dan air ludah beradu kecepatan
meluncur. Ahh sepertinya terlalu menjijikan...
Kamu,
sosok yang baru ku kenal dari teman baikku. Orang baru yang mampu mengalihkan
segalanya dengan kesempurnaan yang kau
miliki. Kamu lucu, mungkin lebih lucu dari badut Ancol. Berkacamata,
kharismatik. Tapi sayang tak jago goyang itik!
Jika
gatotkaca berkacamata, mungkin kamu adalah gatotkaca jaman sekarang. Dan jika
Raditya Dika menjadi pelayan sebuah cafe, mungkin kamu juga orangnya. Sayangnya
kamu tak pandai terbang dan membual seperti mereka. Kamu dingin, seperti es
sinom menu andalan ditempatmu bekerja. Berbicara seadanya saja, tak membuka
mulut jika tak diminta. Mungkin hanya sebatas menyapa dan tersenyum. Ahhh...
haruskah aku terlebih dahulu yang meminta pin mu? Agar dapat menyimpan tiap
tiap DP yang kau gonta-ganti, setidaknya kita dapat saling komunikasih. Menjadi
lebih dekat mungkin...
Aku
menyimpan sesuatu sejak kau begadang lucu dirumahku, sejak kau datang dan
membuka sepatu, hingga kau pakai sepatumu lagi dan berpamitan pulang. Apa harus
aku datang ketempatmu bekerja jika aku rindu? Memesan dan kamu yang melayani.
Sayangnya aku tak suka itu, sesekali aku dan kamu yang menjadi tamu. Dinner
berdua satu meja misalnya :3
Ditulis dengan detak jantung yang membahana, menggelegar seangkasa,
Selamat pagi kesatria berkacamata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar