Kamis, 15 November 2012

kesatria berkacamata


Entah ada apa dengan pria berkacamata, selalu membuat nafasku berjedah lebih lama. Mataku berhenti berkedip beberapa menit, ingus dan air ludah beradu kecepatan meluncur. Ahh sepertinya terlalu menjijikan...
Kamu, sosok yang baru ku kenal dari teman baikku. Orang baru yang mampu mengalihkan segalanya  dengan kesempurnaan yang kau miliki. Kamu lucu, mungkin lebih lucu dari badut Ancol. Berkacamata, kharismatik. Tapi sayang tak jago goyang itik!
Jika gatotkaca berkacamata, mungkin kamu adalah gatotkaca jaman sekarang. Dan jika Raditya Dika menjadi pelayan sebuah cafe, mungkin kamu juga orangnya. Sayangnya kamu tak pandai terbang dan membual seperti mereka. Kamu dingin, seperti es sinom menu andalan ditempatmu bekerja. Berbicara seadanya saja, tak membuka mulut jika tak diminta. Mungkin hanya sebatas menyapa dan tersenyum. Ahhh... haruskah aku terlebih dahulu yang meminta pin mu? Agar dapat menyimpan tiap tiap DP yang kau gonta-ganti, setidaknya kita dapat saling komunikasih. Menjadi lebih dekat mungkin...
Aku menyimpan sesuatu sejak kau begadang lucu dirumahku, sejak kau datang dan membuka sepatu, hingga kau pakai sepatumu lagi dan berpamitan pulang. Apa harus aku datang ketempatmu bekerja jika aku rindu? Memesan dan kamu yang melayani. Sayangnya aku tak suka itu, sesekali aku dan kamu yang menjadi tamu. Dinner berdua satu meja misalnya :3
Ditulis dengan detak jantung yang membahana, menggelegar seangkasa,
Selamat pagi kesatria berkacamata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar