Jumat, 30 November 2012

Mengertilah


Berkali-kali kuambil handphone yang ku taruh dalam tas, berharap ada pesan singkat darimu. Berjam-jam ku tunggu kabar darimu, berkhayal handphone ku berdering karena ulahmu. Tergopoh-gopoh tiap kali robot kecil itu berbunyi, aku pikir kamu dan ternyata bukan. Terbaliklah senyumku seketika L


“Kamu lagi dimana?”

“Sama siapa?”

“Sedang apa?”

“Sudah makan?”

Aku khawatir, mengertilah...


Berharap angin dapat menjawab semua pertanyaanku, segala gunda gulana akan terpecah. Aku cemas memikirkanmu, bahkan kecemasan itu berlomba dengan gerak jarum jam. Tiap menit, tiap detik, tak ada hentinya aku memikirkanmu. Harus berapa kali aku menghubungi dan menanyakan terlebih daluhu, hingga kamu benar-benar bosan tuk membaca ocehanku.


Aku malu jika terus menerus menanyakanmu, aku siapamu? Ibumu? Pacarmu? Yang pasti tak ada yang benar.


Akulah serpihan kisah masa lalumu
Yang sekedar ingin tahu keadaanmu
Tak pernah aku bermaksud mengusikmu
Mengganggu setiap ketentraman hidupmu
Hanya tak mudah bagiku lupakanmu
Dan pergi menjauh
Beri sedikit waktu
Agar ku terbiasa
Bernafas tanpamu


Dimanapun kamu berada do’a ku selalu menyertaimu, percayalah di setiap tengadahan tanganku masih ku selipkan namamu, di setiap sujudku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar