Jangan tanyakan padaku,
“mengapa aku
mencintaimu?”
“mengapa aku
memilihmu?” dan
“mengapa aku
bertahan dalam posisi ini?”
Aku sendiri tak mengerti dan tak tahu
apa yang harus kujabarkan tentang itu semua. Yang aku tahu AKU MENCINTAIMU, MENERIMA SEGALA KEKURANGANMU. Terlebih menerima
kenyataan jika ada nama lain yang telah mengisi hatimu. Bodoh memang, mencintai
seseorang yang telah berkekasih. Berbagi cinta dengan orang yang tak pernah
kukenal sebelumnya. Bermula dengan kebohongan, dan aku menerimanya dengan
ikhlas.
Tidak semua wanita rela berbagi,
menunggu sang kekasih bercumbu dengan kekasihnya, menahan rindu jika ia sedang
bersamanya, bersembunyi diantara khalayak. Bahkan sedikit tak diakui. Banyak
yang mencibirku tentang keputusan yang kupilih, mencintaimu dan harus berbagi
dengannya. Tapi inilah cinta, tentang perasaan. Aku tak peduli dengan kicauan
mereka, tak peduli dengan nasehat mereka. Karna yang aku tahu AKU MENCINTAIMU!!!
Abstrak memang, bertahan untuk sesuatu
yang tak pasti, tak ada titik temu dan tujuan.
Sesekali terbesit dalam lamunan, ingin
ku memaksamu tuk memilih. Tapi apalah daya, aku yang datang terlambat sebelum
dia, aku onar dari ini semua. Aku yang berdosa dan kamu juga dalang dibalik ini
semua. Aku tak ingin ini semua berakhir secepat membalikkan telapak tangan,
karna aku masih ingin menjagamu, memelukmu dengan hatiku.
Suatu hari aku mencoba mencari sandaran
lain, untuk menutupi perih ini. Dan besar kemungkinan jika ia mampu memberiku
manis lebih dari yang engkau suguhkan, maka aku akan meninggalkan dosa dan
kesakitan. Namun aku gagal, karena cinta tak dapat berpindah semudah itu.
Sekali lagi aku tegaskan, AKU MENCINTAIMU! Dan hanya kamu seorang
yang menempati ruang dihati ini, tak ada nama lain. HANYA KAMU!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar