Tangannya menopang
dagu
Tak ada titik
fokus pada pandangannya
Kedua bola matanya
berkaca-kaca
Kesedihan menghiasi
paras tampannya
Secangkir kopi panas
seketika berubah menjadi dingin
Asbak dan rokok
yang masih menyala di biarkannya mati begitu saja
Dia berduka
Dia kehilangan
Kekasihnya pergi,
untuk kekasih yang lain
Kesetiaan membodohinya
Menunggu dan
menunggu
Berharap kekasihnya
kembali
Bodoh, waktumu
terbuang sia-sia
Hanya untuk
menanti yang percuma
Mau sampai kapan
kau berdiam disini?
Sampai kiamat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar