Minggu, 09 Desember 2012

Setia, untukmu yang mendua.


Bodohnya aku yang tetap setia, meskipun kau mendua. Pernah suatu hari engkau menyuruhku untuk mencari yang lebih baik, tapi maafkan aku. Aku tak dapat mewujudkan usulmu. Aku mecintaimu, meskipun kau selalu melukaiku. Sekuat hati, aku berusaha menjadi yang terbaik bagimu, meskipun lagi-lagi kau lumpuhkan aku dengan cintamu.

Setampan dan sesempurna apapun sosok yang berusaha mendekatiku, aku tak tergoda sama sekali. Aku setia, untukmu yang mendua. Hingga akhirnya aku yang kalah dan terluka. Engkau memilihnya, menghempaskan aku yang sedang terbang dinirwana. Padahal aku masih ingin berlama-lama menari bersama janji manismu.

(lagi-lagi) kamulah inspirasiku.

1 komentar:

  1. Lagi-lagi aku terhenti di sajak ini. :)
    Mntap! Aku nanti karyamu yang baru, mba'..

    BalasHapus