Rabu, 05 Desember 2012

Rindu


Rintik hujan masih bersahutan, bersenandung diatap rumahku. Kamar yang menghangatkan tubuhku, kini tak kurasa lagi. Angin menerobos disela-sela pintu dan jendela. Dingin seketika.
Tiba-tiba terdapat gambaran wajahmu ditiap-tiap sudut, aroma parfum yang biasa kau kenakan berlari-lari didepan lubang hidung. Aku masih hafal dengan bau itu. Sesekali ku mengedipkan mata dan menghela nafas panjang, berharap bayang-bayangmu hilang dari pandanganku. Satu, dua, tiga kali aku coba, tapi gambaran itu masih saja menari disudut-sudut kamar. Sepertinya malam ini (lagi-lagi) aku merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar