Rintik
hujan masih bersahutan, bersenandung diatap rumahku. Kamar yang menghangatkan
tubuhku, kini tak kurasa lagi. Angin menerobos disela-sela pintu dan jendela.
Dingin seketika.
Tiba-tiba
terdapat gambaran wajahmu ditiap-tiap sudut, aroma parfum yang biasa kau
kenakan berlari-lari didepan lubang hidung. Aku masih hafal dengan bau itu.
Sesekali ku mengedipkan mata dan menghela nafas panjang, berharap
bayang-bayangmu hilang dari pandanganku. Satu, dua, tiga kali aku coba, tapi
gambaran itu masih saja menari disudut-sudut kamar. Sepertinya malam ini
(lagi-lagi) aku merindukanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar