Langit
nampak gelap, gemuruh petir bersahutan. Hujan membasahi tempatku berpijak. Ku
urungkan niatku untuk pulang, aku tak rela tubuhku dijamah oleh tetesan hujan.
Dilantai dua tempatku menimba ilmu, kelas paling dekat dengan tangga. Tak ada
kegiatan yang dapat ku lakukan selain mengotak atik handphone kesayanganku,
jarang sekali dia lepas dari genggamanku. Aku bosan, ku edarkan pandanganku ke
sekeliling ruangan. Ku dapati kesatria turun dari anak tangga, parasnya
malaikatwi, rambutnya terhempas angin ke kanan ke kiri naik turun. Kharismanya
membuat jantungku berdegup kencang, aku diam tak mampu berkata-kata. Tak
perduli suara petir menyambar, aku tetap terpaku olehnya.
Siapakah
engkau wahai pria berjaket merah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar