Sabtu, 08 Desember 2012

Selamat ulang tahun kekasihku.

Mimpi indahku dibuyarkan oleh denting alarm yang menjerit-jerit, semakin ia mendekati telinga, semakin ku dibuat kesal olehnya. Sial! Rupanya sudah pukul 10.00, seharusnya pagi ini aku berencana ke toko bunga, toko sepatu dan toko kue.

Setiba ditoko kue,
“mbak, kalau mau pesen rainbow cake untuk diambil nanti malem masih bisa kan mbak?”
“emm... sebentar ya mas”
“bisa kan mbak? Tolong saya mbak, saya butuh kue itu. Ntar malem jam 24.00 pacar saya berulang tahun yang ke 20”
“masih bisa kok mas, mau pesen berapa? Dikirim ke alamat mana?”
“satu saja mbak yang medium, nanti malem jam delapan aku ambil. Ohya, jangan lupa kasih tulisan HAPPY BIRTHDAY MY BELOVED, WITH LOVE DAMAR ya mbak”

Bunga mawar merah 20 tangkai sudah di tangan dan rainbow cake sudah dipesan. Masih kurang sepatu yang belum kudapat. Terakhir kali dia pernah bercerita jika ingin mempunyai sepatu boots berwarna coklat. Terik matahari semakin terasa sengit, meniup-niup kulit sawo matangku dengan panasnya yang membara. Berpindah dari mall ke mall, dan alhasil aku mendapatkan benda itu. Sepatu boots dengan warna coklat ukuran 37. Dibungkus dengan apik dan menarik, semoga dia menyukainya.

Akibat berkelana demi sepasang sepatu boots, pukul 21.15 aku baru tiba ditoko kue. Pintunya tertutup satu sisi, semua etalase berjajar rapi. Ku percepat langkah kakiku, untunglah masih ada satu karyawan di dalamnya. Dan kue berhasil ku bawa pulang.

Rambut, kemeja, hingga sepatu, semua sudah ku kenakan dengan rapi. Di depan cermin ku putar tubuhku ke kanan dan ke kiri. “Aku terlihat lebih tampan malam ini hehehe” pujiku dalam hati. Tak lupa, kusemprotkan parfum hampir kesekujur tubuh. Wangiku masih sama seperti dulu, tak pernah ku berpindah aroma. Sesuai dengan requestnya dulu.

Mobil telah siap ku tunggangi, semua barang-barang sudah siap didalamnya. Kutancap gas menuju rumahnya.

Tepat pukul 24.00, TEMPAT PEMAKAMAN UMUM PEGANGSAAN-MALANG.
Dengan senyum sumringah dan berjuta rindu, ku dekatkan langkahku menuju tempat peristirahatan terakhirmu. Gundukan tanah nomor lima dari depan, lurus dengan gerbang pintu masuk.

“selamat ulang tahun sayang, semoga kamu baik-baik saja disana.” Ku sandarkan 20 tangkai bunga mawar merah diatas batu nisannya, kado dan kue ku letakkan diatas tanah yang menyelimuti tubuhnya dari dingin malam. Ku biarkan lilin yang terdapat diatas kue tetap menyala, hingga angin yang mewakili nafasnya.

“aku kangen kamu” bisikku lirih. Lalu ku panjatkan doa kepada Sang Maha Kuasa, yang terbaik untuknya.

Semoga kamu dapat melihat ini semua dari sana, jangan bersedih Tiara. Aku selalu mencintaimu, meski ragamu tak pernah memelukku ketika aku rindu.

“Maafkan aku harus meninggalkanmu lagi.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar