Kau adalah angin
dan aku adalah telapak tangan
Sekuat tenaga ku
genggam namun tak pernah kudapat
Kau adalah
langit dan aku adalah bumi
Jika dilihat
sekilas, jarak kita dekat
Namun tak dapat
tersatukan oleh rencana bahkan ketidak sengajaan
Kau adalah air dan
aku adalah minyak
Selamanya tak
dapat disatukan meski kita ada
Kau adalah
karang dan aku adalah ombak
Sekuat tenaga
kuhancurkan kediamanmu
Tapi tetap saja
kau bertahan
Kau berdarah
biru dan aku berdarah keruh
Seperti singkong
dan keju
Kita berbeda,
kita tak sama
Bahkan tak
pernah sama
Bukan kah cinta
tak harus sama?
Aku masih disini
Fachri, menolehlah kebelakang
Ada aku yang
selalu ada untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar