Minggu, 10 Februari 2013

ki-ta


Kau adalah angin dan aku adalah telapak tangan
Sekuat tenaga ku genggam namun tak pernah kudapat
Kau adalah langit dan aku adalah bumi
Jika dilihat sekilas, jarak kita dekat
Namun tak dapat tersatukan oleh rencana bahkan ketidak sengajaan
Kau adalah air dan aku adalah minyak
Selamanya tak dapat disatukan meski kita ada
Kau adalah karang dan aku adalah ombak
Sekuat tenaga kuhancurkan kediamanmu
Tapi tetap saja kau bertahan
Kau berdarah biru dan aku berdarah keruh
Seperti singkong dan keju
Kita berbeda, kita tak sama
Bahkan tak pernah sama
Bukan kah cinta tak harus sama?
Aku masih disini Fachri, menolehlah kebelakang
Ada aku yang selalu ada untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar