Semenjak kepergianmu, malam ku tak lagi malam dan pagiku tak lagi
pagi. Siang dimana? Entahlah...
Malam ku tak dapat tidur, segala cara ku coba tuk mendatangkan rasa
kantuk, mulai dari mendengarkan nyanyian klasik, membaca, bahkan menonton
televisi. Berharap kelopak mataku memberat dan terlelap. Lewat pukul duabelas
malam, mata ini masih belum dapat terpejam. Bagaimana pagiku? Sudahlah...
Diatas pukul tiga kantuk itu mulai datang, menguap-nguap dan menidurkan.
Perjalanan suatu mimpi dimulai, satu...
dua... dan tigaaa.
Pagiku hilang, pagiku melayang. Sarapan pagiku? Kuliah pagiku?
Semuanya berantakan, belum lagi pekerjaan yang harus ku selesaikan dipagi atau
siang hari. Semuanya kacauuu!
Ini sudah bukan hitungan hari lagi, tapi berminggu-minggu. Dan masih
saja jejakmu menggangguku, jam tidur normalku hilang, hariku berantakan. Apa
iya KITA harus kembali, agar hariku berwarna seperti dahulu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar