Minggu, 10 Februari 2013

Shadow


Bayangan hitam itu ku beri nama kamu
Dia mengikutiku, memenuhi seluruh ruang dalam otakku
Tak ada celah sedikitpun, penuh olehmu
Aku lelah, karena disetiap pagiku ada kamu yang tertangkap retinaku
Ku putar putar sendok diatas secangkir teh ku yang pekat
Namun senyummu muncul, terbenam lalu hilang
Wajahmu muncul diantara aspal yang menghitam
Mengelabuhi pandanganku akan lalu lalang kendaraan
Sepertinya aku mengenali wajah dosen itu, aku pernah bertemu sebelumnya
Tapi entah dimana...
“braaak....!!!” penghapus papan tulis melayang tepat diatas kepala
Ternyata itu wajahmu, yang menyelinap diantara botak seorang dosen
Dan pada malam, aroma tubuhmu menusuk-nusuk hidung
Menggugahku tuk segera bangkit dari kasur empukku
Bodohnya aku yang mencarimu
Kuitari seisi rumah, sudut-sudut kamar, bahkan disela-sela rumput yang bergoyang
Tak kudapati kamu, secuilpun
Padahal aku berharap kamu datang, melunasi rinduku yang menggebu
Memelukku meski lalu hilang tersapu malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar