Kamis, 28 Februari 2013

Sesal


“nomor yang anda tuju sedang tidak aktif...”

Entah keberapakalinya suara itu terdengar dari ujung ponselku. Kamu menghilang, entah siapa yang membawamu pergi. Angin? Badai? Atau wanita lain?

Apakah engkau masih mengingatku? Aku, yang beberapa hari lalu kau buat terbang. Aku, yang penuh dengan gengsi karena waktu. Aku, yang mencintaimu meski aku sendiri tak tahu apakah cinta yang kau semaikan itu tulus adanya. Aku, dengan segala jawaban atas pertanyaanmu dahulu.

Kau meninggalkanku dengan sejuta tanya, kau biarkan aku melamun bersama hembusan angin malam. Padahal aku sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaanmu yang telah lalu.

“Iya, aku juga mencintaimu.”

Kepada siapa aku akan mengutarakan isi hati? sedang dirimu menuli.
Kepada siapa aku akan mencintai? Sedang dirimu pergi.
Aku bertanya kepada kompas, namun ia tak tahu arah kepergianmu.
Aku bertanya kepada peta, ternyata ia juga tak tahu letak denyut nadimu.
Adakalanya kita harus menyesal telah memperumit keadaan, yang awalnya mencinta menjadi mengamati dikarenakan gengsi. Terlalu cepat katanya...

1 komentar:

  1. Mantap! :D
    Beruntung orang yang ada dalam sajak ini, lebih beruntung lagi jika ia membacanya. :)

    BalasHapus